Jakarta – Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Burhanudin, menyerukan konsolidasi nasional seluruh elemen bangsa untuk melawan korupsi yang dinilainya kian brutal dan sistemik. Ia menginstruksikan seluruh jajaran LAKI se-Indonesia bersama Media Citra Indonesia (MCI) agar tetap tegar, konsisten, dan istiqomah dalam perjuangan memberantas korupsi.Minggu ,21/12) yang di terima redaksi media ini.
Burhanudin menegaskan, korupsi bukan sekadar kejahatan hukum, melainkan kejahatan kemanusiaan yang dampaknya langsung dirasakan rakyat kecil—mulai dari kemiskinan struktural, kelaparan, pengangguran, hingga melonjaknya angka putus sekolah.
“Jangan biarkan para koruptor menari-nari di atas penderitaan rakyat. Di saat segelintir elite menumpuk kekayaan, jutaan rakyat justru terjerembap dalam kesulitan hidup,” tegasnya.
Korupsi Sudah Menjalar ke Banyak Lini
Menurut catatan LAKI, dugaan praktik korupsi tidak lagi terbatas pada birokrasi, tetapi telah merambah lembaga penegak hukum, pejabat publik pusat dan daerah, partai politik, hingga lembaga pengawas negara. Kondisi ini, kata Burhanudin, menjadi alarm keras bagi masa depan demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia.
“Jika aparat penegak hukum dan lembaga pengawas ikut terpapar, maka negara berada dalam situasi darurat moral dan hukum,” ujarnya.
Ajak Rakyat Bangkit, Tolak Apatisme
Meski situasi dinilai mengkhawatirkan, Burhanudin menyatakan harapan belum padam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang mencintai NKRI untuk bersatu, menolak apatisme, dan aktif mengawasi kekuasaan.
LAKI, lanjutnya, akan terus menempatkan diri sebagai garda terdepan gerakan antikorupsi, baik melalui advokasi, edukasi publik, maupun tekanan moral terhadap penyelenggara negara.
“Membasmi korupsi adalah perintah agama sekaligus amanat konstitusi. Melawan korupsi adalah ibadah dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.
Dukung Presiden, Peringatkan Ancaman Indonesia Emas
Dalam pernyataannya, Burhanudin juga menyampaikan dukungan terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi melalui strategi dan kebijakan nasional yang tegas dan berani.
Namun ia memberi peringatan keras: mimpi besar Indonesia Emas 2045 akan tinggal slogan jika koruptor masih bercokol dan dilindungi sistem.
“Indonesia tidak akan maju, rakyat tidak akan sejahtera, dan keadilan sosial tidak akan terwujud selama korupsi dibiarkan hidup. Jangan pernah bermimpi Indonesia bangkit jika koruptor masih berkuasa,” pungkasnya.(*)

Social Header