Surabaya – Aktivitas pabrik pengolahan emas milik PT Simba Jaya Utama di kawasan industri Rungkut, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Perusahaan yang beralamat di Jalan Brebek Industri II No. 31 A tersebut ramai diperbincangkan publik terkait skala bisnis dan isu-isu yang beredar di tengah masyarakat.di terima media ini Senin,(23/2)
Berdasarkan informasi yang beredar, perusahaan itu disebut-sebut berkaitan dengan nama Denny Handoko Bahar, yang dikabarkan merupakan anak dari pengusaha emas Siman Bahar. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen perusahaan mengenai struktur kepemilikan maupun susunan direksi yang dapat diakses publik.
Estimasi Transaksi Fantastis, Data Resmi Minim
Sejumlah sumber menyebutkan, pabrik tersebut menerima pasokan emas dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan beredar estimasi volume emas yang masuk bisa mencapai 5 ton per bulan. Jika mengacu pada asumsi harga emas Rp3 juta per gram, potensi nilai transaksi dapat menyentuh angka Rp15 triliun per bulan.
Meski demikian, angka tersebut masih sebatas perkiraan dan belum didukung data resmi, baik dari laporan keuangan perusahaan maupun pernyataan otoritas terkait. Ketiadaan transparansi inilah yang memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.
Isu Internal Keluarga dan Kendali Usaha
Di sisi lain, beredar kabar bahwa Siman Bahar tengah dalam kondisi sakit dan tidak lagi aktif mengendalikan bisnis. Kendali operasional disebut-sebut dijalankan oleh istrinya, Meri, bersama adiknya, Lisan Bahar. Informasi ini pun belum mendapat klarifikasi langsung dari pihak keluarga maupun manajemen perusahaan.
Beragam isu lain turut mencuat, termasuk dugaan latar belakang tertentu terhadap salah satu anggota keluarga. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi maupun proses hukum terbaru yang diumumkan aparat penegak hukum terkait operasional perusahaan tersebut.
Aparat dan Otoritas Diminta Responsif
Di tengah ramainya perbincangan, publik menantikan kejelasan dari instansi berwenang terkait legalitas operasional, kepatuhan pajak, hingga sumber pasokan bahan baku. Transparansi menjadi kunci untuk meredam spekulasi dan menjaga iklim usaha tetap kondusif.
Upaya konfirmasi kepada manajemen PT Simba Jaya Utama dan pihak keluarga yang disebutkan masih terus dilakukan guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Berita ini akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun perkembangan dari aparat penegak hukum.(Sabirin)

Social Header