Pontianak – Anggota DPRD Kota Pontianak dari Daerah Pemilihan Pontianak Utara, Haji Samsuddin, menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.Kamis,(19/3)
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan antrean panjang di sejumlah SPBU, bahkan hingga memakan waktu berjam-jam. Situasi tersebut berdampak langsung pada masyarakat, termasuk para pengendara yang terpaksa tetap mengantre saat waktu berbuka puasa tiba.
“Bahkan ada masyarakat yang berbuka puasa hanya dengan air putih di tengah antrean demi mendapatkan BBM. Ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana kebutuhan masyarakat meningkat, termasuk untuk bersilaturahmi,” ujarnya.
Ia menilai, pemerintah kota bersama pihak Pertamina perlu melakukan langkah antisipatif yang lebih matang dalam menghadapi lonjakan kebutuhan BBM, khususnya menjelang momen Lebaran.
“Hari ke depan, pemerintah dan Pertamina harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatu terkait distribusi BBM. Data pasokan harus tepat, penyaluran harus merata ke seluruh SPBU agar tidak terjadi ketimpangan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi serupa yang terjadi di daerah lain di Kalimantan Barat, seperti Sintang dan sekitarnya, yang dilaporkan mengalami antrean panjang di SPBU.
Di sisi lain, Haji Samsuddin turut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut dapat memperparah kondisi kelangkaan dan merugikan masyarakat lain.
“Kami berharap masyarakat tidak menimbun BBM. Kasihan warga lain yang hanya ingin membeli untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Ia berharap krisis BBM yang terjadi saat ini dapat segera diatasi, sehingga kondisi distribusi kembali normal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk menyambut Lebaran, dengan lebih tenang.(Sabirin)

Social Header