Pontianak – Kegiatan penutupan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak berlangsung dengan khidmat di Masjid Miftahul Jannah, Selasa (17/3/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Pontianak, pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab, perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat,
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalbar, Ketua LDK Muhammadiyah Kalbar, perwakilan Kementerian Agama Kota Pontianak, perwakilan Wahdah Islamiyah Pontianak, serta jajaran petugas Lapas Pontianak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan penuh kekhusyukan. Selanjutnya, ketua panitia menyampaikan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang telah berlangsung sejak 19 Februari hingga 17 Maret 2026.
Selama program berlangsung, warga binaan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, di antaranya belajar mengaji, pembelajaran fardu kifayah, terapi Asmaul Husna, latihan hadrah, pelatihan da’i, hafalan doa, tausiyah, shalat tarawih berjamaah beserta kultum, tadarus Al-Qur’an, hingga penyaluran zakat fitrah.
Kepala Lapas Pontianak, Ridha Ansari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga berpesan agar warga binaan menjadikan momentum Pesantren Ramadhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.
Ridha menegaskan motto kegiatan, yaitu “Masuk sebagai napi, keluar sebagai santri,” sebagai harapan agar seluruh warga binaan dapat mengalami perubahan positif melalui pembinaan keagamaan.
“Jadikan apa yang telah didapat selama mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan ini sebagai pegangan hidup sehingga mampu memberikan dampak positif serta meningkatkan keimanan guna menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB ini ditutup dengan kultum, doa bersama, serta buka puasa bersama. Sebagai bentuk apresiasi, pihak Lapas Pontianak juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para narasumber serta tiga peserta terbaik dalam program Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah tersebut. (Saiful)

Social Header