Pontianak – Pemilik salah satu toko bangunan di Pontianak, H. Mursidi, membantah keras informasi yang sempat viral di media sosial maupun pemberitaan yang menyebutkan toko bangunannya terkait dengan suatu persoalan. Ia menegaskan bahwa berita tersebut diterbitkan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya.
Dengan nada kecewa, H. Mursidi mengaku dirugikan akibat pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang. Ia mengatakan, sebelum berita dipublikasikan, tidak ada satu pun pihak yang menghubungi dirinya untuk meminta klarifikasi maupun memastikan kebenaran informasi.
"Berita itu langsung naik tanpa konfirmasi kepada saya. Padahal, seharusnya ada prinsip cover both sides agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan berimbang," ujar H. Mursidi Rabu (8/7) dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media di Pontianak.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, pemberitaan itu telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan berdampak pada reputasi usaha toko bangunannya.
"Yang viral itu tidak benar. Banyak toko bangunan saya ikut disebut-sebut, padahal faktanya tidak seperti yang diberitakan," ungkapnya dengan nada kesal.
H. Mursidi berharap media massa tetap mengedepankan profesionalisme dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, terutama dengan melakukan verifikasi serta memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan penjelasan sebelum berita dipublikasikan.
Ia juga berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan dapat menyaring setiap informasi yang beredar, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan pihak tertentu.
H.Mursidi mengungkapkan ijin usaha tokonya lengkap. " Ini toko bangunan dimana mana toko bangunan yang menjual kayu tidak pernah ada masalah. Kecuali kayu tersebut dalam truck di perjalanan. Ini kan di toko tempat saya menjual kayu. Kenapa di masalahkan. Apa kurang kerjaan", ungkap Haji Mursidi.(Sabirin)

Social Header