Pontianak – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat bekerja sama dengan lembaga penguji dari Kompas menyelenggarakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) AMSI Kalimantan Barat 2026 mengusung tema "Peningkatan Profesionalisme dan Standar Mutu Jurnalis Media Siber." Kegiatan ini diikuti para jurnalis media siber dari berbagai daerah di Kalimantan Pendopo gubernur,Kamis,(9/7)
Ketua AMSI Kalimantan Barat, Mukhlis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim penguji dari Kompas serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para sponsor, pengurus AMSI, organisasi pers, dan peserta UKJ.
Menurut Mukhlis, di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, jurnalis harus terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui pengetahuan agar tetap mampu menjalankan fungsi pers secara profesional.
"Kita harus terus menempa diri sebagai bagian dari pilar demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan kekuasaan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Uji Kompetensi Jurnalis bukan sekadar proses penilaian, melainkan bentuk kesadaran seorang wartawan untuk mengukur kemampuan dan profesionalismenya sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Profesi jurnalis memiliki aturan, etika, dan standar kompetensi. Wartawan yang bersedia mengikuti UKJ menunjukkan komitmennya untuk terus belajar, dievaluasi, dan meningkatkan kualitas dirinya," katanya.
Sementara itu, mewakili tim penguji dari Kompas, Yohanes menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kompas sebagai lembaga penguji UKJ AMSI Kalbar 2026.
Ia mengatakan, tim penguji yang hadir terdiri dari lima orang jurnalis senior dari berbagai media dalam jaringan Kompas Group dan media nasional lainnya.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat hadir di Kalimantan Barat untuk melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas profesi wartawan," ujarnya.
Yohanes menilai tantangan industri media saat ini semakin besar. Salah satunya adalah menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap media melalui karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, berimbang, dan beretika.
"Kompetensi wartawan menjadi salah satu kunci untuk menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital," tambahnya.
Kegiatan UKJ AMSI Kalbar 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat,H. Harisson, M.Kes ,yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Harrison menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol melalui kritik dan masukan yang konstruktif.
"Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Di sisi lain, kritik dan saran dari media juga menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Harrison juga menyampaikan apresiasi kepada AMSI Kalimantan Barat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan UKJ, termasuk para sponsor yang berkontribusi terhadap suksesnya kegiatan tersebut.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Harrison secara resmi membuka Uji Kompetensi Jurnalis AMSI Kalimantan Barat Tahun 2026.
Pelaksanaan UKJ ini diharapkan mampu melahirkan jurnalis media siber yang profesional, berintegritas, memahami kode etik jurnalistik, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.(Sabirin)

Social Header