KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT — Sebanyak 56 atlet mengikuti Kejuaraan Ketapel Olahraga Tradisional kategori modern yang digelar di SMA Al Habibie, Kabupaten Kubu Raya. Ajang ini berlangsung penuh semangat dengan persaingan ketat antarpeserta dalam menguji ketepatan bidikan pada jarak 10 meter dan 15 meter.
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga ketapel modern agar semakin dikenal masyarakat, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kalimantan Barat.
Kepala Yayasan Al Habibie menyambut positif terselenggaranya kompetisi tersebut. Ia berharap kejuaraan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pencarian dan pembinaan atlet potensial.
“Kejuaraan ini akan terus kita gulirkan secara berkelanjutan guna mencari dan membina atlet-atlet ketapel terbaik, tidak hanya untuk Kabupaten Kubu Raya, tetapi juga untuk mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Technical Delegate (TD), Farhan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga babak final. Persaingan di setiap kategori berlangsung kompetitif, dengan para atlet berupaya menunjukkan kemampuan terbaik dalam membidik sasaran.
Berikut Daftar Juara Kejuaraan Ketapel Modern
Kategori Jarak 10 Meter
- Juara I: Sunarwi — Kabupaten Kubu Raya
- Juara II: Abdul Hadi — Kabupaten Kubu Raya
- Juara III: Hidayat — Kabupaten Kubu Raya
Kategori Jarak 15 Meter
- Juara I: Riman — Kota Pontianak
- Juara II: Andi Puang — Kota Pontianak
- Juara III: Kholil Abdi — Kabupaten Kubu Raya
Hasil pertandingan tersebut menunjukkan persaingan atlet dari Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dalam memperebutkan posisi terbaik di masing-masing kategori.
Ketua Umum FORSPEK Kalbar Berikan Apresiasi
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (FORSPEK) Kalimantan Barat, Sholihin Yakuza. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, khususnya Yayasan Al Habibie, atas inisiatif dan dedikasi dalam mendukung perkembangan olahraga ketapel modern.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Al Habibie dan panitia pelaksana yang telah sukses mengenalkan olahraga ketapel modern ini secara luas. Semoga niat baik dan sinergi ini melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap menghadapi event-event bergengsi mendatang,” tutur Sholihin.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas pengenalan olahraga ketapel sekaligus mendorong pembinaan atlet yang lebih terarah.
Dorong Ketapel Modern Menjadi Wadah Prestasi
Kejuaraan di SMA Al Habibie ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpencinta olahraga ketapel di Kalimantan Barat.
Dengan adanya kompetisi yang berkesinambungan, para atlet diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan sportivitas, sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan yang lebih besar.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara yayasan, komunitas, dan organisasi olahraga dalam mengembangkan ketapel modern sebagai olahraga rekreasi sekaligus wadah prestasi bagi generasi muda Kalimantan Barat.(Sabirin)

Social Header