Pontianak – Turnamen Piala Soeratin U-15 Zona Kalimantan Barat 2026 resmi berakhir pada Minggu (12/7/2026) di Lapangan PSP Kota Pontianak. Kompetisi yang berlangsung sejak 6 Juli 2026 itu diikuti 22 klub sepak bola terbaik dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Pada partai final, Kubu Raya United berhasil mengalahkan Gabsis Sambas dan keluar sebagai juara Piala Soeratin U-15 Zona Kalbar 2026. Gabsis Sambas harus puas sebagai runner-up, sementara Persiwah dan Persipon menempati peringkat ketiga dan keempat.
Ketua Askot PSSI Kota Pontianak, AKBP Lely Suheiri, menyampaikan ucapan selamat kepada Kubu Raya United atas keberhasilannya meraih gelar juara.
"Selamat dan sukses kepada Kubu Raya United yang berhasil menjadi juara Piala Soeratin U-15 Zona Kalimantan Barat tahun ini. Mereka tampil lebih baik dan layak menjadi juara," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Persipon yang berhasil menembus empat besar turnamen.
"Alhamdulillah Persipon mampu finis di posisi keempat. Anak-anak telah berjuang, bermain maksimal tanpa mengenal lelah, serta mengharumkan nama Kota Pontianak. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam olahraga. Yang terpenting, setiap pertandingan memberikan pelajaran berharga untuk menjadi bahan evaluasi agar ke depan bisa tampil lebih baik. Insyaallah tahun depan kita bisa meraih hasil yang lebih baik," katanya.
AKBP Lely turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh manajemen, pelatih, ofisial, orang tua, dan para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim selama mengikuti kompetisi.
Sementara itu, Ofisial Persipon, Mukhlis, S.Sos., mengakui hasil yang diraih belum sesuai target. Menurutnya, kondisi tim sempat terganggu karena sejumlah pemain mengalami cedera menjelang babak perempat final sehingga tidak dapat tampil maksimal.
"Kami memang belum mencapai target. Namun kami bangga dengan proses, kerja keras, semangat juang, dan mental yang telah ditunjukkan para pemain sepanjang turnamen. Ini bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal untuk melakukan evaluasi dan pembenahan agar tahun depan bisa tampil lebih baik," ujar Mukhlis.
Mukhlis juga menyoroti kepemimpinan wasit selama pertandingan. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap menghormati seluruh keputusan yang diambil di lapangan.
"Kami tetap menghormati keputusan wasit. Namun, kami memberikan catatan terhadap beberapa keputusan yang kami nilai kontroversial dan merugikan tim. Apa pun hasilnya, kami tetap menerima dan menghormati hasil pertandingan. Evaluasi harus menjadi bagian penting dalam setiap turnamen. Kami mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun sepak bola Kalimantan Barat yang lebih berintegritas, profesional, dan berprestasi," tutupnya.(Sabirin)

Social Header