Breaking News

Mukti Plantation Peduli Karhutla, Salurkan 100 Karung Beras dan 85 Dus Mi Instan

PONTIANAK – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera terus ditunjukkan berbagai pihak. Salah satunya Mukti Plantation yang turut mengambil bagian dalam upaya penanganan serta membantu masyarakat terdampak bencana.

Mukti Plantation merupakan salah satu grup perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Perusahaan tersebut meliputi PT Mustika Agung Sentosa, PT Asia Mukti Lestari, PT Sandai Sawit Makmur di Kabupaten Ketapang, serta PT Adau Agro Kalbar, PT Adau Hijau Lestari, PT Agrolestari Kencana Makmur dan PT Bumi Sawit Utama di Kabupaten Melawi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi karhutla, Mukti Plantation menyerahkan bantuan berupa 100 karung beras dan 85 dus mi instan kepada Posko Karhutla Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan para petugas maupun masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.

Selain menyalurkan bantuan sembako, Mukti Plantation juga terlibat langsung dalam upaya pemadaman api. Bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat, tim perusahaan berjibaku melakukan pemadaman di sekitar lokasi perkebunan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah api merambat ke kawasan perkebunan Mukti Plantation maupun permukiman masyarakat. Kondisi kemarau panjang membuat lahan dan berbagai material di sekitar lokasi menjadi mudah terbakar sehingga api berpotensi cepat menjalar.

Manager External Relation Mukti Plantation, Drs. Suhadi, SW., M.Si., mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berada di sekitar wilayah konsesi perusahaan.

“Pihak kami terus menerus memantau titik api yang masuk ke wilayah konsesi izin Mukti Plantation. Kami melakukan patroli dan standby di lokasi kebun yang berpotensi terjadi kebakaran, terutama kebun yang berada dekat permukiman warga dan lahan masyarakat,” ujar Suhadi.

Menurutnya, Mukti Plantation juga telah membentuk posko karhutla yang mendapat dukungan dari unsur TNI dan Brimob Mabes Polri.

“Posko ini bersama-sama dengan satuan tugas karhutla yang ada di kebun dan masyarakat sekitar terus bahu-membahu berupaya memadamkan api serta mengeliminir titik-titik api,” katanya.

Suhadi menambahkan, pemantauan dilakukan secara rutin melalui patroli bersama untuk memastikan tidak ada titik api yang berkembang dan masuk ke kawasan perkebunan.

“Setiap hari kami melakukan pemantauan titik-titik api melalui patroli bersama. Ini penting agar apabila ditemukan titik api dapat segera dilakukan penanganan dan tidak meluas,” jelasnya.

Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat dan kualitas udara yang tidak sehat, Mukti Plantation juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kegiatan pengolahan lahan pertanian.

Suhadi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan di sekitar kita agar tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran. Apalagi saat ini sudah hampir tiga bulan tidak turun hujan. Tentunya barang-barang dan lahan di sekitar kita akan sangat mudah terbakar,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk kembali membudayakan penggunaan masker saat kondisi kabut asap terjadi. Menurutnya, asap karhutla dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.

“Budaya penggunaan masker ketika terjadi Covid beberapa tahun lalu hendaknya dapat digerakkan kembali. Kabut asap sangat tidak bagus bagi kesehatan manusia, terutama dapat menyebabkan gangguan pernapasan, ISPA dan sebagainya,” pungkas Suhadi.(Sabirin)

© Copyright 2022 - KALBAR UPDATE. id